"Bahkan untuk pertama kali ada baiknya artikel dikirimkan pada jurnal internasional terindeks Scopus dengan Q yang lebih tinggi sehingga terdapat masukan yang terbaik dan selanjutnya bisa saja dikirimkan pada jurnal terindeks scopus dengan Q yang lebih rendah," jelas Narasumber Prof. Madya Ts. Dr. Nurul Huda.
Kata Narasumber Prof. Madya Ts. Dr. Nurul Huda lagi, pengiriman artikel untuk jurnal internasional terindeks Scopus perlu juga perjuangan dan perlu dipahami bahwa persoalan dosen bahasa Indonesia atau dosen bahasa Inggris tidak terlalu menentukan keberhasilan dosen mempublikasikan artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus tersebut.
"Kenyataannya dosen-dosen Fakultas Bahasa dan Seni yang merupakan dosen Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia banyak yang artikelnya dimuat pada jurnal internasional terindeks Scopus dan sebaliknya belum semua dosen Departemen Bahasa Inggris yang memiliki banyak artikel yang dipublikasikan pada jurnal internasional terindeks Scopus," tambah Narasumber Prof. Madya Ts. Dr. Nurul Huda.







