Selain menyampaikan tentang logistik Pilkada, Masnaidi juga memaparkan rincian kegiatan tahapan kampanye serta persiapan pemungutan dan penghitungan suara.
Diterangkannya, pada tanggal 5 November KPU kota Padang Panjang akan menggelar Training of Trainer (ToT) bagi PPK dan PPS, tanggal 7 November rapat koordinasi persiapan debat publik putaran kedua.
Lanjut tanggal 7 November pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), tanggal 8 November pertemuan panelis dan perumus dan KPU.
Kemudian, tanggal 9 November debat publik putaran kedua, tanggal 10 November simulasi pemungutan suara, tanggal 11-14 November bimbingan teknis data pemilih pindah.
Lalu, tanggal 15 November rapat koordinasi distribusi logistik dengan Forkopimda dan PPK PPS, menampilkan pemateri dari kepolisian, dishub, dan kesbangpol.
Masnaidi juga menyampaikan, settingan TPS pada pemungutan suara di 96 TPS di kota Padang Panjang, nantinya KPU kota Padang Panjang memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas, orang lanjut usia, ibu hamil, dan orang sakit.
"Untuk diketahui juga total penyandang disabilitas yang memiliki hak suara di kota Padang Panjang berjumlah 399 orang, rinciannya Fisik 164, Intelektual 47, Mental 65, Wicara 89, Rungu 9, dan Netra 22," pungkas Masnaidi.
Turut hadir dalam konferensi pers, perwakilan dari kepolisian, Satpol PP dan Damkar, Diskominfo, Dishub, BPBD Kesbangpol, serta belasan awak media cetak dan elektronik. (Lex)
Editor : Marjeni Rokcalva






