"Libur lebaran, objek wisata ramai dikunjungi. Namun sayang, banyak yang membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat agar bisa menjaga kebersihan tempat keramaian dan saling mengingatkan agar keindahan objek wisata tidak dikotori oleh sampah.
Kemudian, katanya Pemprov Sumbar mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan perantau yang mudik atau pengunjung objek wisata.
Gubernur Sumbar, katanya mendapat laporan tentang adanya pemalakan yang dilakukan oleh oknum di tempat parkir atau objek wisata.
"Gubernur dapat laporan biaya parkir sampai Rp20.000. Kalau gak dikasih, mobilnya akan digores," ujarnya.
Menurut laporan, katanya warga Sumbar yang mudik ke Ranah Minang mencapai empat kali lipat dari jumlah tahun lalu sebanyak 1,8 juta jiwa.
"Tahun lalu mudik masih dilakukan pembatasan akibat Pandemi COVID-19," ujarnya.
Kepulangan dunsanak dari perantauan, katanya harus disambut dengan suka cita sehingga permasalahan tersebut tidak terulang kembali. (AA)
Editor : Marjeni Rokcalva






