Diantara program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah kabupaten setempat pembangunan insfrastruktur, salah satunya jalan tembus yang Solok Selatan dan Dharmasraya.
"Selain menunjang kelancaran mobilisasi manusia, juga bisa menunjang arus barang yang bisa mendongkrak perekonomian," ujarnya.
Kemudian pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dengan mendirikan satu tahfidz di setiap jorong.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat, Dedi Diantolani selaku ketua TSR Provinsi saat itu mengatakan, dari catatan tahun lalu problema saat libur Lebaran yakni kemacetan di ruas jalan Padang ke Bukittinggi.
"Kalau hari biasa, Padang-Bukittinggi bisa ditempuh 2,5 jam. Namun saat lebaran tahun lalu sampai 10 jam," katanya saat melakukan Safari Ramadhan di Masjid Ihya di Batang Basampan Nagari Pakan Rabaa Utara, Kabupaten Solok Selatan pada Rabu malam.
Untuk mengatasi kemacetan tersebut, Pemprov bersama Polda Sumbar melakukan rekayasa jalan Padang-Bukittinggi yang dimulai dari Sicincin, Padang Pariaman, dengan sistem One Way.
One Way akan diterapkan pada H -3 hingga H 3 mulai dari pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Sementara untuk pengendara dari Bukittinggi menuju ke Padang diarahkan melalui jalur Malalak, Kabupaten Agam.
Masalah yang kedua, yakni masalah kebersihan di tempat-tempat keramaian, seperti objek wisata.
Editor : Marjeni Rokcalva






