Pasaman Barat — Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Nefri, turun langsung memantau pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Badunsanak 2026 di Kecamatan Lembah Melintang, Sabtu (26/9). Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung proses pemilihan sekaligus menyerap informasi dari masyarakat dan petugas di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, Nefri bersama Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan, staf ahli, sejumlah kepala OPD dan pemangku kepentingan terkait meninjau pelaksanaan Pilwana di delapan nagari. Kecamatan Lembah Melintang menjadi lokasi sesi keempat pelaksanaan Pilwana Badunsanak setelah sebelumnya digelar di Sungai Beremas, Ranah Batahan dan Koto Balingka.
Sebanyak 60 TPS tersebar di delapan nagari pada pelaksanaan Pilwana di Kecamatan Lembah Melintang. Tim monitoring meninjau sejumlah TPS perwakilan untuk melihat kesiapan petugas, proses pemungutan suara serta penerapan sistem e-voting yang digunakan dalam Pilwana 2026.
Delapan TPS yang menjadi titik pemantauan antara lain TPS 02 Nagari Salido Saroha, TPS 05 Nagari Koto Gunung Ujung Gading, TPS 02 Nagari Koto Sawah Ujung Gading, TPS 05 Nagari Taluk Ambun, TPS 04 Nagari Barastagi, TPS 02 Nagari Tampus Damai, TPS 05 Nagari Situak Ujung Gading dan TPS 01 Nagari Kuamang Alai.
Nefri mengatakan monitoring lapangan penting dilakukan untuk memastikan proses Pilwana berjalan sesuai ketentuan sekaligus melihat kesiapan masyarakat dalam menggunakan sistem pemilihan berbasis elektronik. Menurutnya, penerapan e-voting merupakan bagian dari perkembangan tata kelola pemilihan wali nagari yang membutuhkan pemahaman dan kesiapan seluruh pihak.
Sementara itu, Wakil Bupati M. Ihpan mengatakan monitoring pemerintah daerah dilakukan untuk melihat tingkat partisipasi pemilih sekaligus mengidentifikasi kendala yang mungkin muncul selama penerapan e-voting. Berdasarkan hasil pemantauan di delapan nagari, pemerintah daerah menyatakan belum menerima laporan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilwana tersebut.
“Jadi pada hari ini kita telah menjalankan tugas monitoring dari kabupaten. Dan di titik ini, ini telah nagari terakhir dari delapan nagari yang melaksanakan Pilwana,” ujar M. Ihpan.
M. Ihpan menyebut penerapan e-voting sejauh ini mendapat respons yang baik dari masyarakat. Ia berharap pengalaman pelaksanaan Pilwana 2026 dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilihan wali nagari berikutnya.
Editor : Berita Minang






