PADANG - Kasus bisnis prostitusi yang diduga kuat dilakukan ibu dan anaknya terus menjadi buah bibir masyarakat, usai Polda Sumbar membongkar kasus yang cukup menghebohkan ini. Menuryt Ketua RT 04 RW 20 Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Zainal Arifin, penggerebekan yang dilakukan aparat hukum ini, bukan yang pertama dilakukan terhadap rumah kos dan warung makanan milik H (54) yang diduga sebagai lokasi prostitusi di Jalan Adinegoro Kota Padang pada Jumat (10/1) lalu. Tempat itu sudah tiga kali di gerebek baik Polsek Koto Tangah, Satpol PP.
"Namun saya tidak mengerti setelah itu kegiatannya kembali berjalan," kata dia di Padang, Selasa (14/1/2020) dilansir dari covesia.com.
Ia mengaku mengenal pemilik bangunan yang digunakan sebagai tempat prostitusi tersebut. Tersangka H (54) merupakan warga asli di sana dan dia memiliki banyak tanah. Lahan yang ada di dekat komplek ini adalah milik dia. Dia itu wanita yang memiliki mental kuat atau 'bagak'. Ia mengatakan pernah berkomunikasi dengan pemilik tempat ketika ada pengerasan jalan yang melewati lahan miliknya
"Ada komunikasi di sana namun untuk kegiatan yang di sana dirinya kurang tau," katanya, seperti yang dilansir dari laman Antara.
Sementara warga lainnya Ujang mengatakan di lokasi itu memang menyediakan wanita untuk pijit dan untuk mengaburkan pandangan di depannya ada jualan lontong malam.
Ia berharap tempat tersebut ditutup karena berada di kawasan padat penduduk. Gedung tersebut berada di pinggir jalan Adinegoro Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.
Bangunan tersebut dengan cat cokelat, dari luar tampilan seperti warung biasa namun ke belakangnya bangunan ini bertingkat. Ujang menyebutkan ada banyak kamar di dalam bangunan itu untuk melayani tamu yang datang.
"Di luar memang jualan lontong malam tapi itu baru beberapa bulan terkhir. Dulu itu tidak ada," katanya.
Untuk diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Barat mengungkap kasus prostitusi berkedok kos-kosan di Jalan Adinegoro Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang yang dijalankan oleh ibu dan anaknya.
Editor :






