
Warga melintas di depan papan informasi Puskesmas Sarereiket di Desa Madobag, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumbar, Selasa (23/8/2022). (Beritaminang/Adi Prima).
Risna Rusyani, bidan di Puskesmas Sarereiket juga punya banyak pengalaman di Mentawai, Risna pernah mendampingi pasien rujukan melahirkan dengan sampan pompong. Kemudian, Ia dan tenaga kesehatan di puskesmas sering kebingungan bahkan ketakutan ketika ada masyarakat yang mengantar pasien 'kisei' atau kesurupan, untung ada Sikerei yang membantu dan mencarikan obat.
Biasanya, selain kisei, ketika sakit perut dan demam ringan masyarakat juga berobat ke Sikerei. Ada beberapa tanaman yang diramu Sikerei untuk menjadi obat, ucap Risna.

Aman Pagetai Ogok Sikerei (Paramedis tradisional Mentawai) mengambil tanaman obat Talingengeng (Piper battle linn) yang biasa digunakan untuk obat luka, obat sakit kepala dan pegal-pegal di hutan Dusun Maseppaket, Desa Madobag, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumbar, Rabu (24/8/2022). (Beritaminang/Adi Prima).

Aman Jaminan, Sikerei (Paramedis tradisional Mentawai) merawat kebun obat yang berada di halaman rumahnya di Dusun Kulukubuk, Desa Madobag, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumbar, Jumat (26/8/2022). (Beritaminang/Adi Prima).
Semua tanaman yang ada di hutan adalah obat, kata Aman Jaminan. Aman Jaminan bahkan menanam sendiri kebun obat di depan rumahnya di Dusun Kulukubuk, Desa Madobag. Kebun ini untuk mempermudah mencari tanaman obat jika ada warga yang datang berobat, sambung Aman Jaminan.
Editor : Marjeni Rokcalva






