JAKARTA - Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam laman facebooknya, Senin (14/3/2022) menyebutkan, ada 12 fakta gempa M6,7 yang berada di subduksi lempeng di Zona Megathrust Segmen Mentawai - Siberut, Sumbar.
Berikut rinciannya:
1. Terjadi pada hari Senin 14 Maret 2022 pukul 04.09.21 WIB.
2. Gempa ini memiliki magnitudo update 6,7 dengan episenter terletak pada koordinat 0,71 LS ; 98,50 BT dengan kedalaman hiposenter 25 km.
3. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng di Zona Megathrust Segmen Mentawai - Siberut.
5. Gempa ini terletak di "Zona Seismic Gap" (zona kekosongan gempa besar ) di Kep Mentawai bagian Utara.
6. Gempa besar terakhir di zona ini adalah gempa dahsyat berkekuatan ~8,5 yang terjadi pada 10 Februari 1797 atau sudah 225 tahun yang lalu, sehingga zona ini merupakan zona kekosongan gempa besar yang sudah berlangsung sangat lama.
7. Dampak gempa ini di Siberut Utara dan Kep Batu mencapai skala intensitas V-VI MMI dan berpotensi terjadi kerusakan. Di Padang, dan Gunungsitoli dalam skala intensitas IV MMI. Di Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman Barat, Tuapejat, Pariaman dalam skala intensitas III MMI. Di Dhamasraya, Payakumbuh, Kerinci, Tapanuli Selatan, Batusangkar, Padang Pariaman, Solok dalam skala intensitas II MMI.
8. Hingga saat ini pukul 7.30 WIB belum ada laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa magnitudo 6,7.
Editor : Berita Minang






