PADANG PANJANG - Walikota (Wako) Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano berkesempatan menjajal mobil listrik bermerek Nissan Leaf yang dibawa PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Padang Panjang ke Balai Kota.
Test drive yang dilakukan, Wako Fadly, Kamis (3/2) itu, merupakan salah satu langkah PLN dalam mendukung electrifying lifestyle dan peduli terhadap lingkungan.
Fadly menuturkan, dirinya terkesan setelah berkeliling mencoba mobil listrik tersebut.
"Mobilnya sangat nyaman. Suaranya hampir tidak ada. Rasa berkendara sama seperti mobil biasa. Torsinya luar biasa dan senyap," ujarnya usai menjajal jalanan Kota Padang Panjang menggunakan kendaraan roda empat dengan tenaga listrik tersebut.
Menggunakan baterai sebagai sumber energi utama, mobil listrik murni terbebas dari emisi. Fadly tidak sungkan mengungkapkan rencana Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang untuk mengenalkan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di lingkungan Pemko.
Pemko sangat tertarik dengan mobil listrik karena lebih ramah lingkungan. Fadly mengimbau ke depannya masyarakat dapat beralih menggunakan kendaraan listrik, baik itu mobil maupun sepeda motor. Sehingga akan meningkatkan kualitas udara dan mendukung pengurangan emisi.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Padang Panjang, Dedi Yudison Kardoni, S.T., mengungkapkan dari sisi biaya operasional, penggunaan mobil listrik dinilai lebih efisien dibandingkan mobil Berbahan Bakar Minyak (BBM).
Secara gamblang dia menjelaskan perbandingan ongkos antara pengisian BBM pada kendaraan konvensional dan pengisian daya pada kendaraan listrik.
Dengan baterai terisi penuh 100 persen, setara dengan jarak tempuh sekitar 300 km. Dirinya menganalogikan pemakaian satu liter BBM dapat menempuh sekitar 10 km. Di mana harga satu liter Pertamax sekitar Rp 9.000-an. Adapun jarak tempuh per liter, setara dengan konsumsi listrik sebesar 1 kWh. Di mana harga listrik per kWh hanya Rp 1.500-an.
Editor :






