Zakat tidak datang begitu saja. Para Amil Zakat mesti kerja keras menjemput zakat. Setiap hari bahkan di malam hari pun petugas penghimpunan atau pengumpul zakat Baznas Padang, bergerak.
Mereka menelpon, mereka mendatangi dan menjelaskan kepada calon muzakki (pembayar zakat) sebaiknya bayarlah zakat pada Amil Zakat resmi. Ke Baznas Padang.
Selain upaya sosialisasi dilakukan Amil zakat, semakin banyaknya penerima manfaat zakat yang bercerita menjadi alasan bagi muzakki membayar zakat harta dan profesi mereka ke Kantor Baznas Padang.
Sebelum tahun 2017, Baznas Padang pernah berhasil menghimpun zakat, sedekah, infaq dan wakaf (Ziswaf) sebanyak Rp.25 Miliar.
Namun regulasi atau aturan Baznas pusat memutuskan, mulai tahun 2017 zakat ANS di SLTA dan perguruan tinggi (PT) dibayar ke Baznas Provinsi.
Tentu dari segi penghimpunan setiap ulan uang zakat berkurang masuk ke Baznas Padang. Kondisi aturan nasional itu, tidak membuat Amil Zakat Kota Padang kehilangan akal. Justeru kenyataan itu dijadikan peluang sekaligus tantangan.
Penyaluran zakat di Baznas Padang diberikan melalui program yang sudah dirancang dengan baik. Ada program Padang Sehat, Program Padang Cerdas, Program Padang Sejahtera dan program lain yang intinya sangat membantu warga miskin.
Melihat manfaat zakat yang diterima warga kurang mampu, diharapkan kepada kaum muslimin dan muslimat membayar zakatnya ke Baznas Padang.
"Bila muzakki tidak sempat mengantarkan zakatnya ke Baznas Padang, petugas pengumpulan siap datang menjemput zakat bapak dan ibu ke alamat muzakkir," kata Pak Haji Syafriadi Autid. Wallahualam bis shawaf.
Editor :






