PADANG - Kantor Baznas Kota Padang berdiri kokoh. Gedung berlantai tiga itu beralamat di Jalan Baypass KM 12 Simpang Sungai Sapih Kecamatan Kuranji, Kota Padang Provinsi Sumatra Barat. Kantor Baznas Padang dibangun dengan anggar sekitar Rp.3 Miliar dari dana Amil Zakat (bukan dari dana asnaf fakir atau miskin).
Walikota Padang, H. Menyelidi Ansyarullah yang meresmikan pemakain gedung refesentatif ini pada Rabu, 4 Zulkaidah 1436 H bertepatan tanggal 23 Agustus 205 M. Ketika peresmian gedung hadir Ketua Baznas Provinsi Sumatra Barat, Prof. H. Syamsul Bahri Khatib, Kepala Kantor Departemen Agama Kota Padang, pengurus dan karyawan Baznas Padang serta undangan.
"Sebelum memiliki kantor sebagus ini, Baznas Padang berkantor di salah satu ruangan Masjid Nurul Iman Padang," kenang Ketua Baznas Padang, H. Episantoso kepada wartawan.
Sekarang Baznas Padang dipimpin lima pengurus, H. Episantoso (Ketua), H. Syafriadi Autid (Wakil Ketua I), Nursalim (Wakil Ketua II), Bunda Elni Sumiarti (Waka III) dan Ustadz Siril Firdaus (Waka IV).
Bila awal tahun 2015 penghimpunan zakat dari non Aparatur Sipil Negara (ASN) belum menggembirakan. Belum banyak. Nah, sejak Kantor Baznas Padang berada di Jalan Baypass, pengurus dan karyawan Baznas mulai mengatur strategi.
Strategi dan kampanye pengumpulan zakat kepada Ummat Islam yang hartanya sudah wajib zakat semakin gencar. Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid masjid, lembaga dan perkantoran seperti Kodim, Polres, Rumah Sakit serta lembaga lain tak berhenti dilakukan pihak bidang pengumpulan.
Potensi zakat non ASN masih besar. "Kita terus melakukan sosialisasi betapa pentingnya membayar zakat melalui lembaga Amil Zakat seperti Baznas," sebut Pak Haji begitu panggilan akrab Wakil Ketua Baznas Padang Bidang Pengumpulan, H. Syafriadi Autid.
Alhamdulillah. Kepercayaan masyarakat terhadap Baznas Padang semakin tinggi. "Ini bertanda kinerja pengurus dan karyawan Baznas Padang semakin baik. Selamat dan mesti ditingkatkan lagi," tegas Wako Padang, H. Mahyeldi Ansyarullah menjawab pertanyaan wartawan, Senin, 9 Desember 2019 di Padang.
Menurut Wako Mahyeldi, dia sering bertanya pada warga Kota Padang terkait keberadaan Baznas. Rata rata warga kota ini, sebut Mahyeldi menunggu dan merasa terbantu dari harta zakat.
Editor :






