Muhammadiyah dan NU pada dasarnya secara wujud-hayati berada dalam lingkaran satu pemahaman keberislaman yang saling melengkapi. Akan tetapi habitatnya ada variasi.
Yang satu lebih simple dan yang lain lebih berwarna. Maka keduanya dapat kita apresiasi baik dalam makna hayati maupun habitatnya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Bagaimana warna politik pada habitat berikut bagi Muhammadiyah? Nanti kita lihat produk muktamarnya November 2022. (***)*)Dr. Shofwan Karim, MA ( Ketua PWM, Dosen PPs UM Sumbar dan Ketua Umum YPKM).
Editor : Berita Minang






