IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Nahdlatul Ulama dan Cakupan Multi Polar

Dr. Shofwan Karim, MA,. Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Dosen PPs UM Sumbar dan Ketua Umum YPKM.
Dr. Shofwan Karim, MA,. Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Dosen PPs UM Sumbar dan Ketua Umum YPKM.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA
SALAH

satu testimoni Yahya Cholil Tsaqub sebagai "Panglima" PB NU 2022-2027 adalah gambaran kepemimpinan yang merangkum cakupan multi polar. Yaitu mengambil semua unsur dan ketegori potensi tokoh NU. Mereka bergabung ke dalam 184 personalia pada posisi Tanfiziyah (Eksekutif), Mustasyar (Penasihat Syuriyah), Syuriah ( Majelis Tinggi dan Legislatif), Katib (Deputi) dan A'wan (Pembantu Umum) . Hal itu disampaikannya kemarin lalu (12/1/2022), sebagai salah satu tekad dan asa masa kepemimpinannya bersama Rais 'Am Syuriah terpilih, KH Miftachul Achya, 2022-2027.

Tercermin dari nama-nama tokoh dari berbagai provinsi di Indonesia yang diambil dari PW NU. Begitu pula tokoh partai politik dari PKB, PPP, Golkar dan PDIP. Bertambah banyak tokoh pemimpin wanita NU. Tokoh wanita ditarik banyak ke atas dengan tidak membiarkan mereka, para Nyai yang berkualitas itu selama ini hanya di Muslimat NU.

Untuk tokoh dari provinsi, sekedar contoh Suleman Tanjung, M.Pd sekarang menjadi Wakil Sekjen. Wartawan senior itu masih Sekretaris PW NU Sumbar . Prof. Dr. Asasriwarni Ketua Syuriah PW NU Sumbar, menjadi A'wan Pusat dan Aswandi Rahman, Bendahara PW NU Sumbar menjadi salah seorang Bendahara PB NU, 5 tahun ke depan.

Tentu saja semua Ormas Islam di Sumbar mengucapkan selamat. Dalam hal ini Pimpinan Wilayah dan warga Muhammadiyah Sumbar menyambut baik kepemimpinan nasional baru NU ini.

Multi polar ini merupakan gaya baru dari wujud-hayati dari fitrah kelahiran Jam'iah Nahdhatul Ulama (kebangkitan ulama) yang bediri 31 Januari 1926. Pada masa awal NU hanya kawah perjuangan ulama yang berbasis di Pesantren . Akan tetapi habitat lingkungan berubah.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sama dengan Muhammadiyah sebagai persyarikatan dan NU sebagai jam'iah, selalu di samping mempunyai wujud-hayati asal, kemudian berubah dengan perkembangan habitat lingkungan terbatas yang menjadi tak terbatas.

Maka bila kita ingin mengapresiasi Muhammadiyah dan NU, tentu harus ditilik dan didalami, meski bersifat ikhtisar terhadap dua organisasi terbesar yang disebut bukan hanya di Indonesia bahkan dunia ini.

PWM dan PWNU ada disemua provinsi Indonesia. Di Mancanegara di lima benua ada Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan PCINU. Lembaga pendidikan Muhammadiyah ada di Mesir, Malaysia dan Australia dan segera di Palestina.

Begitu pula NU ada Masjid NU di Tokyo Jepang. Mahasiswa mereka ada di berbagai perguruan tinggi di dunia. Pekerja migran mereka ada puluhan ribu bahkan ratusan ribu di Saudi Arabia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Korea, China dan Hongkong.

LazisMu, MDMC dan LazisNU ikut membantu musibah kemanusiaan di Palestina dan Miyanmar, Bangladesh dan Pakistan. Misi dan dialog antar lintas umat di dalam dan luar negeri, pertemuan ulama sedunia dan lainnya sejak dulu sampai sekarang sangat aktif diikuti Indonesia yang di situ selalu aktif tokoh Muhamadiyah dan NU bersama-sama.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH