Boleh jadi, katanya, ekspedisi Pamalayu dianggap penakhlukan karena bernama ekspedisi. "Biasa dalam histografi, kita akan berhadapan dengan soal-soal semacam ini."
Melihat kembali istilah-istilah yang kita gunakan secara cermat, menurutnya, penting dalam penulisan sejarah.
Menurutnya, Ditjen Kebudayaan memikirkan, untuk menulis kembali sejarah nasional. Hal tersebut agar tidak dilupakan generasi saat ini.
Acara peluncuran dilanjutkan dengan seminar yang dipandu Direktur Tempo.co Tomi Aryanto. Dalam seminar itu, Bambang Budi Utomo, arkeolog dari Badan Penelitian Arkeologi Nasional menyebutkan, arca Amogapasha yang memahatkan nama Dharmasraya, menurutnya, menandakan nama itu sudah dikenal oleh Kertanegara sebelum itu.
(Rel/MR) Editor :






