Festival Pamalayu Resmi Diluncurkan di Museum Nasional

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid saat disambut Bupati Sutan Riska di Museum Nasional Jakarta. Humas
Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid saat disambut Bupati Sutan Riska di Museum Nasional Jakarta. Humas
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Boleh jadi, katanya, ekspedisi Pamalayu dianggap penakhlukan karena bernama ekspedisi. "Biasa dalam histografi, kita akan berhadapan dengan soal-soal semacam ini."

Melihat kembali istilah-istilah yang kita gunakan secara cermat, menurutnya, penting dalam penulisan sejarah.

Menurutnya, Ditjen Kebudayaan memikirkan, untuk menulis kembali sejarah nasional. Hal tersebut agar tidak dilupakan generasi saat ini.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
"Ada kebutuhan yang cukup mendesak untuk memperbarui penulisan sejarah nasional kita. Melihat kembali hal-hal yang terjadi di masa lalu. Melihat istilah-istilah yang digunakan di masa lalu," tuturnya.

Acara peluncuran dilanjutkan dengan seminar yang dipandu Direktur Tempo.co Tomi Aryanto. Dalam seminar itu, Bambang Budi Utomo, arkeolog dari Badan Penelitian Arkeologi Nasional menyebutkan, arca Amogapasha yang memahatkan nama Dharmasraya, menurutnya, menandakan nama itu sudah dikenal oleh Kertanegara sebelum itu.

(Rel/MR)

Penulis / Wartawan:
Editor:

Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Marjeni Rokcalva dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH