Rakor Rektor Perkumpulan Perguruan Tinggi Kependidikan Negeri Bersama Dirjen Dikti dan Dirjen GTK

PENDIDIKAN-329 hit

Batam-Universitas LPTK tetap berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di LPTK dan kita tetap fokus untuk meningkatkan keunggulan dan revitalisasi LPTK.

Demikian disampaikan oleh Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D. dalam sambutannya sebagai Ketua Perkumpulan Perguruan Tinggi Kependidikan Negeri yang diselenggarakan pada Sabtu (16/10) di Hotel Aston, Batam.

"Universitas LPTK perlu terus saling berbagi dan saling belajar untuk mencapai masing-masing kedelapan Indikator Kinerja Utama. Kebijakan Indikator Kinerja Utama ini telah memaksa perguruan tinggi untuk berubah dalam rangka meningkatkan kualitas LPTK," tambah Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D.

Baca Juga


Rapat Koordinasi Rektor Perkumpulan Perguruan Tinggi Kependidikan Negeri yang diselenggarakan di Batam pada 16 hingga 17 Oktober selain dihadiri oleh Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., IPU., Asean Eng., Dirjen Pendidikan Tinggi dan Dr. Iwan Syahril, Ph.D. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan juga dihadiri oleh Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiaan serta Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. Direktur Sumber Daya.

Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., IPU., Asean Eng., Dirjen Pendidikan Tinggi menyampaikan bahwa PTNBH memiliki otonomi dalam pengelolaan perguruan tinggi dan aset diserahkan untuk mendayagunakan aset meningkatkan kualitas pendidikan dan tetap menjaga mandat dan misi negara dalam bidang pendidikan.

Peguruan tinggi sesungguhnya sama saja karena perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang seni tidak kalah dengan perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang teknik," tambah Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., IPU., Asean Eng.

Menurut Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., IPU., Asean Eng., kita sesungguhnya tidak perlu alergi dengan kemajuan dan globalisasi dari negara luar namun hal yang penting adalah kita tidak boleh tercerabut dari akar budaya kita.

Rapat Koordinasi Rektor Perkumpulan Perguruan Tinggi Kependidikan Negeri Bersama Dirjen Dikti dan Dirjen GTK diikuti oleh Rektor, Wakil Rektor I, II, III dan IV dari 12 Universitas yakni Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Padang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Makasar, dan Universitas Negeri Gorontalo.

Pada kesempatan itu, Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan menjelaskan tentang strategi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk tahun berikutnya oleh perguruan tinggi.

"Kriteria penilaian Indikator Kinerja Utama untuk perguruan tinggi pada tahun depan masih menggunakan kriteria tahun ini namun deskripsinya mungkin akan diperjelas lebih detail lagi," jelas Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemdikbud RI.

Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. menjelaskan bahwa hingga saat ini, belum rencana atau pembahasan perubahan kriteria penilaian Indikator Kinerja Utama untuk perguruan tinggi.

Pada kesempatan itu, Dr. Iwan Syahril, Ph.D. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan menyampaikan bahwa disrupsi adalah kita bergerak dalam hal atau kondisi yang tidak nyaman, kita terus mencari kestabilan dan mencari keseimbangan.

"Pada saat ini ada Direktorat PPG untuk percepatan dan mendorong transformasi Profesi Guru," tambah Dr. Iwan Syahril, Ph.D. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan.

Lebih lanjut Dr. Iwan Syahril, Ph.D. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan menyampaikan bahwa PPG Prajabatan harus diusahakan untuk memenuhi kebutuhan guru dan dibutuhkan ide-ide inovatif untuk peningkatan kualitas guru di Indonesia.

"Pemikiran revitalisasi di bidang profesi guru perlu dilakukan oleh revitalisasi perguruan tinggi LPTK sesuai fokus untuk peningkatan kualitas guru tersebut," tambah Dr. Iwan Syahril, Ph.D.

Selain itu, Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. Direktur Sumber Daya juga menjelaskan bahwa terkait dengan sumber daya manusia atau dosen di perguruan tinggi pada saat ini ada tiga klasifikasi yakni dosen pns, dosen PPPK, dan ada dosen di luar dua kategori tersebut.

"Pada saat ini, Kementerian berusaha untuk meningkatkan kualitas dosen di perguruan tinggi termasuk usaha untuk meningkatkan jumlah guru besar dengan berbagai upaya," tambah Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. (ET)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru