PADANG — Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang (FBS UNP) menyelenggarakan Workshop Kesetaraan Gender dan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) pada Jumat (17/4) yang dirangkaikan dengan kegiatan Latihan Dasar Organisasi Mahasiswa serta Rapat Kerja Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam membangun ekosistem akademik yang aman, inklusif, dan berintegritas dan dilaksanakan di Auditorium Kampus FBS UNP Air Tawar Padang.
Ketua panitia pelaksana, Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya kerentanan terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa workshop ini mencerminkan komitmen nyata organisasi mahasiswa dan departemen dalam membentuk kultur kampus yang bermartabat serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan kemanusiaan. Selain itu, pembinaan mahasiswa dipandang tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga mencakup penguatan karakter dan kesadaran sosial.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Inggris yang diwakili oleh Ketua Program Studi Sastra Inggris, Dr. Fitarawati, S.S., M.Pd., menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi terjadinya berbagai bentuk kekerasan di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa Departemen Bahasa dan Sastra Inggris menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk kekerasan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr. Havid Ardi, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa kesetaraan gender dalam konteks pendidikan tinggi bukan berarti menyeragamkan peran laki-laki dan perempuan, melainkan memastikan adanya akses, kesempatan, dan perlakuan yang adil bagi seluruh individu. Ia juga menegaskan bahwa Universitas Negeri Padang berkomitmen kuat untuk tidak memberikan ruang bagi praktik kekerasan, serta akan menindak tegas setiap pelanggaran sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UNP, yaitu Dr. Fatmariza, M.Hum. selaku Ketua Satgas PPK UNP, Dr. Muhd. Al Hafizh, S.S., M.A. selaku Kepala Divisi Pencegahan, Regulasi, Sosialisasi, dan Edukasi, serta Dr. Tri Putra Junaidi, M.Pd. selaku Divisi Penindakan, Pendampingan, dan Perlindungan. Para narasumber memberikan pemaparan komprehensif terkait konsep kesetaraan gender, jenis-jenis kekerasan di lingkungan kampus, serta mekanisme pelaporan dan penanganannya.
Secara akademik, kegiatan ini memiliki urgensi strategis dalam mendukung pemenuhan instrumen akreditasi LAMDIK 2.0, khususnya pada aspek perlindungan mahasiswa. Perguruan tinggi dituntut untuk memiliki sistem yang terintegrasi, mencakup keberadaan satgas, regulasi yang jelas, kegiatan sosialisasi, serta dokumentasi yang sistematis di tingkat program studi dan departemen.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bentuk respons akademik terhadap meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa—khususnya yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan—didorong untuk memiliki kesadaran kritis, keberanian untuk speak up, serta pemahaman yang memadai terkait jalur pelaporan yang tersedia.
Melalui kegiatan ini, Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan budaya kampus yang sehat, aman, inklusif, dan berintegritas. Partisipasi aktif seluruh elemen civitas akademika diharapkan mampu memperkuat reputasi institusi sebagai lingkungan pendidikan tinggi yang bebas dari kekerasan. (MH/Relis)
Editor : Ermanto






