IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Maestro Kaligrafi Amir Syarif: Melukis Merupakan Wujud Nikmat Kepada Allah SWT

Maetro Kaligrafi Amir Syarif. Foto: Muharyadi
Maetro Kaligrafi Amir Syarif. Foto: Muharyadi
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Amir Syarif, "Zikir Utama" Akrilik - 100 x 100 cm

Melukis Merupakan Bentuk Wujud Nikmat Kepada Allah

Saat ditanya mengapa Amir Syarif teman seangkatan sang maestro Amri Yahya (alm) ini tetap setia dan konsisten di hari tua untuk tetap berkarya, berpameran dean berkarya lagi melahirkan karya-karya yang bukan hanya indah, tetapi juga memiliki daya pukau dan hipnotis yang tinggi di setiap jengkal tarikan garis dan harmoni keanekaragaman warna-warna yang diolah pada banyak karyanya itu?

Menurut Amir Syarif, baginya melukis merupakan suatu cara menyikapi nikmat yang diberikan kepada umatnya. Nikmat merupakan jalan untuk mengetahui Dzat yang memberi nikmat. Allah SWT menamakan Islam dan iman di dalam Al-Qur'an dengan syukur. Dari sini diketahui bahwa mengetahui sebuah nikmat merupakan rukun dari rukun-rukun syukur.

Apabila seorang hamba mengetahui sebuah nikmat maka dia akan mengetahui yang memberi nikmat. Ketika seseorang mengetahui yang memberi nikmat tentu dia akan mencintai-Nya dan terdorong untuk bersungguh-sungguh mensyukuri nikmat-Nya.

Menurut suami dari Roswita (72 th) dan ayah sepuluh anak dan lulusan ASRI Yogyakarta (1963) yang kini bermukim dan berkarya di kediamannya Jalan Teknologi VI, Nomor 53 Nanggalo, Siteba Padang ini menyebutkan, sebagai umat beragama seharusnya kita mengetahui kebenaran, kesempurnaan, serta keistimewaan akan kenikmatan yang diberilah Allah kepada umatnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Maka tidak selayaknya kita melalaikan nikmat tersebut begitu saja. Kita seharusnya mensyukuri nikmat dengan sebenar-benarnya syukur, agar Allah tidak mencabut nikmat itu dari kita.

Dari beberapa ayat yang saya angkat kepermukaan dalam bentuk lukisan kaligrafi Islam, dapat saya simpulkan bahwa semua nikmat yang Allah berikan harus didasari dengan keimanan dan tawakkal kepada Allah.

Menjalani perintah serta menjauhi larangan-Nya. Allah saja bisa menambah nikmat kepada hamba-Nya, kenapa kita sebagai hamba-Nya tidak bisa menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, ujar Amir Syarif memberi ilustrasi.

Karena itu melukis bagi saya sama artinya dengan mensyukuri nikmat, antara lain selain melakukan kewajiban kita selaku umat beragama dan menjauhisegala laranga-NYA. Betapa Mahakasih dan Maha penyayang Allah SWT. Saya memperlakukan nikmat yang ada sesuai yang dikehendaki Allah, Sang Pemberi Nikmat, yakni melukiskan kalimat-kalimat indah yang diturunkan Allah SWT kepada seluruh umatnya dimuka bumi tercinta ini, ujar Amir Syarif lagi.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777