Amir Syarif, "Zikir Utama" Akrilik - 100 x 100 cm
Melukis Merupakan Bentuk Wujud Nikmat Kepada Allah
Saat ditanya mengapa Amir Syarif teman seangkatan sang maestro Amri Yahya (alm) ini tetap setia dan konsisten di hari tua untuk tetap berkarya, berpameran dean berkarya lagi melahirkan karya-karya yang bukan hanya indah, tetapi juga memiliki daya pukau dan hipnotis yang tinggi di setiap jengkal tarikan garis dan harmoni keanekaragaman warna-warna yang diolah pada banyak karyanya itu?
Menurut Amir Syarif, baginya melukis merupakan suatu cara menyikapi nikmat yang diberikan kepada umatnya. Nikmat merupakan jalan untuk mengetahui Dzat yang memberi nikmat. Allah SWT menamakan Islam dan iman di dalam Al-Qur'an dengan syukur. Dari sini diketahui bahwa mengetahui sebuah nikmat merupakan rukun dari rukun-rukun syukur.
Apabila seorang hamba mengetahui sebuah nikmat maka dia akan mengetahui yang memberi nikmat. Ketika seseorang mengetahui yang memberi nikmat tentu dia akan mencintai-Nya dan terdorong untuk bersungguh-sungguh mensyukuri nikmat-Nya.
Menurut suami dari Roswita (72 th) dan ayah sepuluh anak dan lulusan ASRI Yogyakarta (1963) yang kini bermukim dan berkarya di kediamannya Jalan Teknologi VI, Nomor 53 Nanggalo, Siteba Padang ini menyebutkan, sebagai umat beragama seharusnya kita mengetahui kebenaran, kesempurnaan, serta keistimewaan akan kenikmatan yang diberilah Allah kepada umatnya.
Dari beberapa ayat yang saya angkat kepermukaan dalam bentuk lukisan kaligrafi Islam, dapat saya simpulkan bahwa semua nikmat yang Allah berikan harus didasari dengan keimanan dan tawakkal kepada Allah.
Menjalani perintah serta menjauhi larangan-Nya. Allah saja bisa menambah nikmat kepada hamba-Nya, kenapa kita sebagai hamba-Nya tidak bisa menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, ujar Amir Syarif memberi ilustrasi.
Karena itu melukis bagi saya sama artinya dengan mensyukuri nikmat, antara lain selain melakukan kewajiban kita selaku umat beragama dan menjauhisegala laranga-NYA. Betapa Mahakasih dan Maha penyayang Allah SWT. Saya memperlakukan nikmat yang ada sesuai yang dikehendaki Allah, Sang Pemberi Nikmat, yakni melukiskan kalimat-kalimat indah yang diturunkan Allah SWT kepada seluruh umatnya dimuka bumi tercinta ini, ujar Amir Syarif lagi.
Editor : Berita Minang






