IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Soal Kesehatan Bukan Tanggung Jawab BPJS Kesehatan Sendiri

Pasien dari RSUD Mentawai dirujuk ke kota Padang dengan kapal, Desember 2017. (Photo: Adi Prima/Beritaminang)
Pasien dari RSUD Mentawai dirujuk ke kota Padang dengan kapal, Desember 2017. (Photo: Adi Prima/Beritaminang)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

MENTAWAI. Terhubungnya masyarakat Mentawai dengan jaringan internet dan aplikasi Mobile JKN-KIS, belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan kesehatan di kepulauan terluar Republik Indonesia ini.

Jika bicara data kepesertaan BPJS Kesehatan, sudah hampir 70% masyarakat Mentawai terdaftar program JKN-KIS, baik peserta mandiri ataupun BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).BPJS PBI adalah program khusus untuk warga miskin kurang mampu sesuai dengan kriteria dinas sosial, iuran bulanan untuk peserta BPJS PBI setiap bulannya dibayarkan oleh pemerintah.

Masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai menetap di empat pulau besar yaitu Pulau Pagai Utara, Pagai Selatan, Pulau Sipora dan Pulau Siberut. Beberapa dusun berada di pulau kecil dan terpisah dari pulau besar sehingga, untuk mencapai pelayanan kesehatan jaraknya cukup jauh dan butuh biaya besar.

Hampir sepuluh tahun saya berkegiatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan melihat langsung bagaimana masyarakat mengakses pelayanan kesehatan.

Perjuangan Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Irman Jhon, Kepala Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, pada Minggu (22/8/2021), ditelpon warganya. Warga minta tolong dicarikan mobil untuk membawa pasien pulang karena di puskesmas belum ada mobil ambulance. Irman Jhon kemudian mencarikan mobil pick-up jenis L-300 untuk membawa pasien pulang ke Dusun Sao tempat asal pasien.

Tahun ini, kita akan kembali meminta pengadaaan mobil ambulance, keberadaan mobil ambulance sangat penting di desa meskipun belum semua jalan di desa bisa dilalui mobil ambulance, ucap Irman Jhon, via pesan WhatsApp kepada saya, Senin (23/08/2021).

Desa Bosua merupakan desa yang infrastrukturnya rusak parah ketika bencana gempa dan tsunami Mentawai tahun 2010.

Akses kesehatan

Keluarga Usman membawa pulang jasad anaknya ke Dusun Berkat, Desa Tuapeijat, untuk di kebumikan, Desember 2017. (Beritaminang/Adi Prima).

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH