Ditambahkan, selama ini pihaknya bekerja secara manual dan diakui banyak kelemahan terutama pekerjaan lapangan, seperti sulitnya menemukan batas tanah yang sudah disertifikat dengan tanah yang belum bahkan ada sertifikat yang berdempet, sesuai kemajuan tekhnologi saat ini pihaknya telah memiliki server dalam mengatasi kelemahan itu antara lain dengan memanfaatkan GPS sehingga penentuan lokasi dan batasnya lebih akurat. Kalau ada data lapangan berdempet niscaya sistim itu tidak berjalan, sehingga akurasi data lebih terjamin dan itulah kerja kami saat ini memasukan data sertifikat ke dalam sistim yang terintegrasi ke selver pertanahan nasional, ungkapnya Zarlisman.
(Yus) Editor :Program PTSL Kurang Dimanfaatkan Warga di Payakumbuh
Berita Terkait






