"Kadang saya diminta ke kantor malam-malam dengan alasan ada pekerjaan penting, karena perintah atasan dan selalu diancam dicopot sebagai sekretaris saya ikuti, dikantor malah saya dirayu dan oegang-pegang tapi saya tidak mau dan buru-buru minta pulang, bahkan diam-diam ada yang merekam peristiwa penolakan saya itu. Sekarang sudah puncaknya, saya sudah tidak tahan atas perlakuannya dan harus melaporkannya ke polisi dan P2TP2A untuk perlindungan hukum." Tutur "AF" terang-terangan.
Kini "AF" bersama kedua orang tuanya dan sudaranya segera melengkapi alat bukti pelapiran atas dugaan upaya percobaan pemerkosaan terhadap dirinya secara berulang-ulang.
Oknum "Y" yang dikontak via telepon dua kali untuk dikonfirmasi tidak mau mengangkat nada panggil, kemudian lewat WhatsApp dia mengkonfirmasi bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi demikian.







