Kenapa itu bisa terjadi, ada beberapa kemungkinan penyebabnya, diantaranya tugas tim gugus tugas masih perlu lebih di tingkat dalam kegiatan sosialisasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan untuk disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan. Untuk ini perlu ditingkatkan pengawasan di setiap ruang yang ada, baik oleh tim gugus tugas tingkat Kota untuk level kota, tim gugus tugas Kecamatan untuk kevel Kecamatan,tim gugus tugas Kelurahan untuk tingkat kelurahan dan RW untuk tingkat RW serta tim gugus tugas sekolah untuk lingkungan sekolah.
Tingkat kepercayaan masarakat akan kebenaran virus covid19,masih kurang. Buktinya sebagian besar masarakat masih mengabaikan Prokes 3M,kalaupun mereka memakai masker, itu tidak lebih dari rasa rakut kena razia petugas, bukan karena takut terpapar virus corona.
Kesimpulannya, masih perlu ditingkat pemberian edukasi kepada seluruh lapisan masarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan 3M.
Perbanyak kegiatan sosialisasi baik secara langsung kepada seluruh lapisan masarakat, maupun sosialisasi melalui pamplet pamlet, brosur, baliho dan spanduk spanduk, termasuk himbauan kepada seluruh stakholder untuk meningkatkan peran sertanya mengedukasi masarakat dan pengusaha pengusaha tempat tempat perbelanjaan, rumah makan, restoran dan cafe cafe membuat pengumuman dipintu masuk tempatnya "kawasan wajib protokol kesehatan 3M" ,petugasnya mengawasi setiap pengunjung yang tidak pakai masker agar di tegur, disuruh mencuci tangan lebih dahulu sebelum masuk dan mengukur suhu tubuh serta menjaga jarak, terutama saat antrian di tempat kasir.
(Yusrizal)







