Sosialisasi itu digelar PemKo Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga setempat dalam rangka menjaga kestabilan ekonomi dari dampak virus Covid-19 dan sebagai upaya pengendalian situasi new normal pada sektor kepariwisataan.
Sosialiasi yang dilaksanakan secara virtual tersebut diikuti ketua beserta pengurus DPC PHRI Kota Bukittinggi, manajer hotel dan restoran di Kota Bukittinggi dengan nara sumber Kepala laboratorium pusat diagnostic riset penyakit infeksi Fakutas Kedokteran Universtas Andalas Dr.dr.Andani Eka Putra, Msc dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit DKK Bukittinggi dr. Salvi Raini dengan moderator Kepala Dinas Parpora Bukittinggi Drs. Supadria.
Pjs Wako Zaenuddin mengharapkan dengan sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman pihak pengusaha hotel dan restoran dalam mengimplementasikan protocol kesehatan.
Sementara nara sumber dr. Andani, mengatakan virus covid 19 ini jangan dianggap enteng karena sampai saat ini masih belum berakhir. Semua punya resiko untuk positif. Untuk itu diperlukan komitmen untuk melaksanakan protokol kesehatan baik di hotel maupun di restoran, agar adanya jaminan keamanan untuk orang yang akan datang dan dengan prinsip bagaimana transaksi ekonomi tetap berjalan walau dimasa pandemi.
Sementara itu, dr.Salvi, dari Dinas Kesehatan, juga mejelaskan tentang prosedur pelaksanaan tes swab. Ia mengatakan bahwa kemampuan Dinas Kesehatan untuk melakukan swab perharinya mencapai 200 orang dengan layanan 3 (tiga) kali seminggu. Tetapi apabila pelaku pariwisata di Bukittinggi menginginkan jadwal tersendiri nantinya juga akan dilayani.
"Untuk tes swab diharapkan muncul dari kesadaran sendiri, karena kita inginkan adanya jaminan kehadiran dari nama yang dikirim untuk hadir oleh perusahaan, sesuai pengalaman jumlah nama yang masuk tidak sesuai dengan yang hadir. Mari kita bersama -- sama berkomitmen dalam pengendlian covid ini, mari tetap laksanakan protocol kesehatan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru agar tetap sehat dan aman dimasa wabah covid-19," harapnya. (***)







