Menurut Wawako Erwin Yunaz, pandemi Covid-19 kian masif. Diberbagai provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia, makin banyak masyarakat yang terkonfirmasi positif, hingga meninggal dumia.
Di Payakumbuh sendiri. sebutnya, tidak jauh beda. Covid-19 bisa saja menyerang semua elemen masyarakat, tidak membedakan status sosial. Dalam dua bulan terakhir, virus berbahaya ini, sudah menimpa petugas kesehatan, aparatur pemerintahan, guru dan lembaga keuangan.
Karena itu, memutus mata rantai virus corona ini, tidak bisa diserahkan kepada pemerintah saja. Bukan tanggung jawab tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 serta tenaga kesehatan saja, melainkan juga tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.
Dikatakan, selama 32 hari terinfeksi virus corona, wawako mengalami siklus kesehatan yang naik turun. Kadang sakit kepala dan tenggerokan serta suhu badan yang tinggi. Tapi, dengan meminum vitamin serta mengkosumsi makanan bernutrisi seimbang, dan sering berolahraga, akhirnya wawako cepat sembuh. Kesembuhan ini, juga tak lepas dari pantauan tenaga kesehatan Dinkes Payakumbuh, tambahnya.
"Saya berharap, jangan ada lagi tambahan warga kota yang terkonfirmasi positif Covid-19. Stop Covid-19 dengan disiplin menjalani protokol kesehatan dimanapun berada dan apapun bentuk aktifitas kita," simpul wawako. (***)







