New normal pada mulanya dicetuskan oleh para pebisnis. Tatkala muncul krisis ekonomi dunia tahun 2007-2008 lalu, Rich Miller dan Matthew Benjamin berjudul "Post-Subprime Economy Means Subpar Growth as New Normal in U.S." (www.bloomberg.com/ 18 Mei 2008) Keduanya mengingatkan bahwa tata ekonomi dunia terbaru akan muncul setelah krisis itu. New normal kembali dicuatkan Paul Glover di koran Philadelphia Citypaper pada 29 Januari 2009, tapi ia mengingatkan bahwa semua tata ekonomi di dunia akan berubah dan akan mengacu pada isu lingkungan, yang mengabaikan isu lingkungan akan tenggelam.
Dalam hal pandemi Covid-19, istilah ini mencuat lagi ketika awal tahun ini satu tim dokter di University of Kansas Health System menyatakan Covid-19 akan mengubah tatanan hidup keseharian manusia yang disebut new normal.







