IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Ancaman Transmisi Lokal Covid-19, Patuhi Jika Tak Ingin Mati

Foto Indra Yosef D
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PERGERAKAN kasus pandemi corona virus disease 2019 ( covid-19 ) mulai berubah, semula berimigrasi dari kloster yang jadi episentrum atau wilayah pusat penyebaran, kini bertransmisi secara lokal. Hal ini akan jadi sebuah ledakan yang mengancam berbagai daerah khususnya di Sumatera Barat.

Gambaran telah terjadinya transmisi lokal itu terlihat dari 148 kasus yang dinyatakan positif covid-19 di Sumatera Barat, 79,73 persennya adalah berstatus kasus lokal, sedangkan yang berasal dari luar atau impor hanya berada diangka 12,16 persen, serta tanpa keterangan diangka 8,11 persen.

Data ini diungkap Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas (Unand) Defriman Djafri,Skm,MKM,PhD. dalam video conference yang saya ikuti sebagai partisipan pada pukul 14.00 Wib hingga sekitar pukul 14.00 wib dengan vidcon host Jonnedy Kambang, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat, Sabtu (2/5).

Acara dibuka Wagub Sumbar Nasrul Abit, dan di ikuti sejumlah wartawan/koresponden televisi nasional, media online, radio dan media cetak terbitan Padang, Sumatera Barat.

Defriman Djafri membeberkan, sesuai analisa pertanggal 30 April 2020, dengan jumlah pasien 148 yang positif di Sumbar, Kota Padang berada pada urutan pertama dengan 66,89 persen, kemudian Kabupaten Pessel 10,81 persen, Kota Bukittinggi dan Kab.Dharmasraya sama yakni 4,05 persen. Kabupaten dan kota lainya masih belum muncul, tapi bukan berarti aman untuk seterusnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Menurut dia, riwayat kontak berdasarkan pekerjaan justru terjadi pada tenaga kesehatan yakni 20,27 persen, menyusul ibu rumah tangga sekitar 16,22 persen.

Kemudian dari ASN lain, TNI dan Polri yang berada di urutan ke tiga sekitar 13,51 persen, serta menyusul pedagang dan pegawainya 12,84 persen. Melalui mahasiswa dan pelajar sekitar 10 81 persen.

Melihat angka riwayat penyebaran sesuai data yang dirilis, Dekan FKM ini menyarankan agar tenaga kesehatan harus memastikan diri bekerja melayani pasien terindikasi covid-19 sesuai dengan protap protokol penanganan covid-19. Apapun bentuk keluhannya dari pasien tenaga media harus ikuti protap covid-19.

Kasus Puskesmas Tarusan, Kab.Pessel dan RSUD Padang Panjang misalnya, cukup menjadi pengalaman dan peringatan berharga jangan sampai terulang di tempat lain, karena yang banyak terpapar covid-19 itu adalah para tenaga kesehatannya sendiri.

Hingga per 30 April 2020, dari 148 kasus jumlah yang terpapar didominasi pasien berusia muda dengan rincian persentase usia 20-29 tahun 41persen, 30-39 tahun 14,86 persen. Sementara usia 40-49 tahun dan berusia 50-59 tahun mencapai 12,16 persen.

Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH