IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Ancaman OTG dan Kuburan Massal Korban Virus Corona

Foto Indra Yosef D.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Mau tau harga rapid test ? seorang teman saya penjual barang kesehatan di Pekanbaru menginformasikan, jika ada yang butuh rapid test dia siap mensuplay dengan harga per box Rp 11.500 juta, berisikan 50 alat test, 50 jarum, 50 pippet, dan 1 botol buffer. merknya NEW Test 2019-nCoV.

Melalui artikel ini saya menyampaikan pendapat, ada baiknya tim medis RUSD Sawahlunto tidak lagi menggunakan rapid test agar tak ada lagi pasien yang belum tentu terinfeksi copid-19, tapi dinyatakan positif karena hanya ketidakakurasian rapid test tersebut, sehingga pasien dan keluarga, tim medis sendiri yang menangangi pasien, serta masyarakat yang dihantui rasa ketakutan terhadap penyebaran virus ini.

Sekarang ada penemuan terbaru WHO, bahwa covid-19 tidak lagi ditularkan lewat droplet atau air liur yang melompat keluar mulut saat bersin dan batuk, berdasarkan penelitian virus tersebut dapat melayang-layang di udara bahkan sampai 8 jam setelah keluar dari tubuh penderita saat bersin dan batuk. Dan diruangan tertutup virus akan lama bertahan dan lebih mudah menyerang siapapun.

Untuk itu, jika kita semuanya ingin terhindar maka ikuti instruksi dan himbauan protokol kesehatan pemerintah agar setiap orang selalu menggunakan masker agar terlindungi satu sama lain. Menurut WHO ada satu golongan baru dalam proses penularan wabah ini yaitu orang tanpa gejala (OTG), suhu tubuhnya norlmal, tidak bersin-bersin dan batuk tapi membawa virus karena daya tahan tubuhnya sangat kuat.

OTG dan Kuburan Korban Covid-19

Potensi OTG ada dimana-mana, karena dia merupakan warga yang berasal dan bepergian dari wilayah zona merah atau wilayah yang warganya terpapar positif Covid-19. Untuk Sawahlunto, sesuai data per hari Minggu (26/4) Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 terdata jumlah OTG telah mencapai 1.784 orang yang harus tetap diwaspadai dan dipantau.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Para OTG diminta melakukan isolasi mandiri secara ketat dirumah masing-masing agar keluarga dan lingkungan tidak tertular. Jika inigin selamat dari kematian, ikuti standar protokol penanganan covid-19. Jika semua menganggap enteng dan sepele, berarti ingin mengajak kita mati bersama.

Untuk dipahami, kematian disebabkan covid-19 penangananya sangat memilukukan, anak, keluarga tercinta, dan para sahabat, tak bisa mengantar ke tempat peristirahatan terakkhir pemakaman yang tak sesuai dengan keinginan kita sendiri. Apalagi mendekati dan menyentuh korban, memandikannya saja tidak dibolehkan. Inilah siksaan batin yang perlu saya ingatkan, semoga tak ada mengiinginkan terkubur disebuah kuburan massal.

Sehubungan penyebaran corona virus covid-19 belum menunjukan adanya warga yang positif terinfeksi di Kota Sawahlunto, tetapi antisipasi sangat sangat diperlukan. Selain telah dibentuknya tim gugus tugas, pos penjagaan covid-19 dipintu masuk Kota Sawahlunto dari berbagai arah, dan pemberlakuan PSBB, masih ada yang pantasi untuk dipikirkan, yakni lahan yang diperuntukan untuk korban meninggal akibat corona virus.

Sudah saatnya Pemerintah Kota Sawahlunto memandang hal ini secara serius agar tak terlambat ketika korban mulai berjatuhan. Antisipasi sangat diperlukan sebagai bentuk kesiapan dalam penanganan kasus. Jangan ada alasan kita masih aman dan terbuai dengan zona hijau covid-19. Tetapi sesungguhnya hal terburuk bisa saja terjadi kapan pun dan dimanapun.

Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH