Ketiga, kunci penting dalam masyarakat yang berubah dan era milineal sekarang adalah kembali pada kepentingan rakyat banyak, bukan sekelompok orang. Oleh karena itu mari selalu dorong dan contohkan wujud keberpihakan tersebut, jangan hanya retorika tapi tampak nyata. Korem 032 sangat komit terhadap hal ini. Institusi adat, politik, pemerintahan punya peran penting pada sisi ini. Boleh saja kita dapat untung dari satu hal, tapi keuntungan bagi orang banyak tetap harus nomor satu.
Keempat, ada ikon utama di Sumbar yang selama ini sudah dikenal kemana-mana yaitu Danau Singkarak dan Danau Maninjau. Ini potensi yang luar biasa, baik ekonomi maupun pariwisata. Tetapi seiring waktu, masalah berat menimpanya, yang ternyata justru bermula dari masyarakat itu sendiri. Danau yang selama ini begitu indah dan bersih, sekarang merana dan menjadi kuburan ribuan ikan yang mati keracunan. Normalisasi dengan mengembalikan fungsi danau adalah hal yang harus dilakukan. Korem terlibat disini, dengan menggunakan berbagai teknologi terapan, mulai dari Bios 44 sampai ke pemberdayaan masyarakat, semua dicoba. Progres sudah berjalan dan itu akan terus berlangsung. Perlu dijaga dan dikawal secara terus menerus.
Kelima, ancaman tanah longsor dan banjir karena aktifitas pertambangan, perlu pola-pola teknologi terapan dan pendekatan kemasyarakatan. Semua sudah dicoba tapi memang tak bisa selesai semalam. Diperlukan upaya terus menerus, menekankan pada sisi mitigasi bencana dan kesiapan masyarakat serta kekuatan pendekatan hukum.
Keenam, soliditas team work juga jadi penting. Baik dari internal maupun kolaborasi secara ekternal. Peran Pemda, Polri, unsur masyarakat, seluruh komponen cadangan dan komponen penunjang sangat vital. Tanpa kerjasama semua pihak, tentu sulit keberhasilan bisa dicapai. Tak lupa, media massa baik cetak, elektronik, TV, radio dan semuanya, sangat menunjang aktifitas selama ini. Terimakasih atas kolaborasinya, dan tentunya penerus ke depan akan lebih memaksimalkannya.
Ketujuh, saat ini juga, di momentum keberangkatan saya, diwarnai dengan wabah pandemik luar biasa. Covid 19 melanda seantero negeri. Hubungan yang selama ini dekat, sekarang harus berjarak. Entah sampai kapan, tak ada yang tahu. Tapi optimistis harus dimunculkan karena masa depan tetap ada. TNI tetap berperan, inovasi dilakukan, bantuan disalurkan, disinfektan, kampanye dan sebagainya. TNI juga rentan terkena virus, tapi tugas harus dilakukan. Saya tak bisa hadir secara dekat ke masyarakat, tapi tulisan ini jadi penghubung kita.
Terus terang, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di negeri yang permai ini. Waktu tak akan pernah cukup. Dunia ini begitu luas dan tantangan begitu banyak. Sekali lagi saya katakan, apa yang sudah dan sedang dilakukan adalah bukti kekuatan tim dan kerjasama apik semua lini. Dalam kesempatan ini, saya sampaikan ucapan terimakasih sekaligus permohonan maaf kepada semua pihak. Tentu dalam berbagai kesempatan, ada sikap ucapan dan tindak tanduk yang mungkin menyinggung. Tersinggung ketika naik, tersenggol ketika turun, rela dan maaf sama-sama dihaturkan. Insyaallah, bapisah bukannyo bacarai. ***
Sumber: korem032/wbr.mil.id







