IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Mendalami Makna Pribahasa Minang Mancari di Ladang Urang

Foto Afrima Fahsa
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Harga diri dan martabat Orang Minang diajarkan untuk mencari rezeki dan pasangan dengan cara yang halal dan bermartabat.mencari di ladang urang berarti menjatuhkan harga diri sendiri.

Dalam struktur adat Minagkabau tindakan semacam ini dianggap aib, jika di ketahui seseorang melanggar batas baik dalam asmara, harta, maupun pergaulan sosial maka akan timbulah istilah, Indak tahu ka nan dipatenggangkan, artinya Indak punyo perasaan, indak punya perasaan dan sopan santun. Bahkan dalam musyawarah adat kadang dipakai sindiran seperti:

1.Nan marasuk ladang urang, dipantang buluaknyo

(Artinya: yang mengambil hak orang lain, pasti terkena akibatnya.)

2. Sesudah nasi menjadi bubur, barulah kalang kabut,

(Artinya: orang yang sudah menyesal di belakang hari, biasanya sudah telat.)

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Karena itu, mamak dan ninik mamak bertanggung jawab untuk membimbing anak kamanakan supaya tidak jatuh kedalam perbuatan seperti ini. Anak kamanakan harus diajarkan batas-batas yang boleh dan tidak boleh,supaya tidak mencoreng nama suku.

Meskipun pribahasa ini lahir dari budaya tradisional, maknanya tetap relevan di zaman kini. Bahkan lebih penting karena dalam era digital informasi dan hubungan bisa berlangsung tanpa batas geografis.

Contohnya:

1. Dimedia sosial

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH