2. Filosofi garis adalah perjalanan kehidupan karena garis berasal dari keberlanjutan tanda titik tersebut. Jadi, perjalanan kehidupan adalah keberlanjutan dari setiap awal (awal segmen) kehidupan.
3. Filosofi garis vertikal adalah garis kehidupan dan komunikasi yang tak putus-putusnya dengan Sang Maha Pencipta. Garis vertikal yang dominan di dalam Aksara Etang menunjukkan bahwa perjalanan kehidupan selalu berkontak dengan Sang Maha Pencipta tersebut.
4. Filosofi garis horizontal adalah garis kehidupan di dunia dalam hubungannya dengan makhluk hidup dan alam. Garis horizontal ini sangat pendek dan tidak dominan menunjukkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah singkat dan sebentar.
D. Kegunaan Aksara Etang
Bertolak dari kajian berbagai bentuk aksara di dunia dan filosofi penciptaan di atas, dibuatlah Aksara Etang secara simpel sehingga mudah dipahami, mudah dipelajari, dan mudah digunakan. Dengan demikian, (1) Aksara Etang dapat digunakan sebagai aksara alternatif untuk pendokumentasian teks. (2) Aksara Etang juga dapat digunakan sebagai materi pelajaran dalam kegiatan kepramukaan, selain pelajaran sandi yang lainnya. (3) Aksara Etang juga dapat digunakan sebagai alternatif aksara komunikasi rahasia.
Aksara Etang ini terdiri atas 5 huruf melambangkan vokal (a, i, u, e, o) dan 21 konsonan. Untuk lambang kelima huruf vokal yakni titik di posisi bawah adalah vokal a; titik di posisi tengah adalah vokal i; titik di posisi atas adalah vokal u; titik di posisi tengah pakai garis bawah adalah vokal e, titik di posisi tengah pakai garis atas adalah vokal o.
Demikian pula dalam Aksara Etang, terdapat 21 lambang konsonan yakni b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, r, s, t, v, w, y, z, ng, dan ny. Dalam Aksara Etang belum diciptakan untuk huruf Q dan X dengan alasan tertentu secara ilmu linguistik.







