IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Hutan Pelindung Untuk Manusia Dan Penyu

Sejumlah anak bermain di mangrove track kawasan Ekowisata Penyu Nagari Ampiang Parak, Pesisir Selatan, Sumbar, Senin (01/02/2021). Kawasan ekowisata penyu membentang sepanjang 2,7 km garis pantai yang ditanami pohon cemara laut dan mangrove, merupakan hutan pelindung masyarakat dari ancaman gelombang tinggi dan rumah bertelur bagi penyu.(Beritaminang/Adi Prima)
Sejumlah anak bermain di mangrove track kawasan Ekowisata Penyu Nagari Ampiang Parak, Pesisir Selatan, Sumbar, Senin (01/02/2021). Kawasan ekowisata penyu membentang sepanjang 2,7 km garis pantai yang ditanami pohon cemara laut dan mangrove, merupakan hutan pelindung masyarakat dari ancaman gelombang tinggi dan rumah bertelur bagi penyu.(Beritaminang/Adi Prima)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resource (IUCN), penyu sisik masuk ke daftar spesies yang sangat terancam punah. Sedangkan penyu hijau, penyu lekang dan penyu tempayan, digolongkan terancam punah.

Wisata Edukasi Dan Tempat Penelitian

https://www.beritaminang.com/photos/foto/foto-hutan-pelindung_foto3_230221094050.jpeg

Pengunjung melepaskan anak tukik yang baru menetas ke laut di kawasan ekowisata penyu, Selasa (16/7/2019). Melepas tukik ke laut merupakan salah satu paket wisata edukasi yang ditawarkan kepada pengunjung.(Beritaminang/Adi Prima)

Kawasan ekowisata penyu menjadi tempat penelitian penyu. Selain itu, pengunjung yang peduli lingkungan bisa berdonasi Rp 30.000 dan melepas satu ekor tukik ke laut.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Bonus lain, nagari yang dihuni lebih dari 9.242 jiwa, sekarang memiliki benteng hutan cemara dan taman mangrove ketika ada ancaman gelombang tinggi. Nagari Ampiang Parak termasuk zona merah atau rawan ancaman bencana seperti abrasi, badai dan tsunami.

Komunitas urang gilo boleh berbangga, roda perekonomian nagari menggeliat, warung milik warga tumbuh dan berjejer menyambut pengunjung. Warga juga tidak lagi berburu telur penyu, jika menemukan telur penyu warga memberikannya kepada komunitas.

Tahun 2020 Laskar Pemuda Peduli Lingkungan juga menerima plakat dari Presiden RI, mereka masuk nominasi peraih Kalpataru.

Namun, pandemi COVID-19 membuat kunjungan wisatawan turun, aktivitas di kawasan ekowisata penyu juga dibatasi. Pengunjung yang ingin melihat hutan pinus pelindung dan taman mangrove, harus menunggu sampai pandemi berlalu. (Beritaminang/Adi Prima).

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH