PADANG PANJANG - Kegiatan yang sudah lama ditunggu masyarakat Padang Panjang dan sekitarnya, lahir dari keinginan masyarakat itu sendiri, yaitu Alek Anak Nagari Pacu Kuda di Padang Panjang.
Walikota Padang Panjang Fadly Amran berharap Open Race Pacu Kuda dan Alek Anak Nagari ini berdampak pada perekonomian masyarakat dan pengembangan budaya, kesenian dan tradisional alek nagari.
"Selain sebagai bentuk menjalin silaturahmi antara masyarakat pencinta olahraga berkuda, juga diharapkan ada multiefek perekonomian," ujar Walikota Fadly Amran pada konferensi pers, Kamis (24/10) di Aula DPKD setempat.
Walikota menghimbau kepada masyarakat untuk ikut memeriahkan Alek Anak Nagari tersebut dengan datang beramai-ramai pada hari Minggu - Senin (27-28/10) karena pengunjung tidak dipungut bayaran.
"Dihimbau kepada masyarakat untuk ikut memeriahkan dan menyaksikannya beramai-ramai," ujar Fadly didampingi Sekdako Sonny Budaya Putera dan Plt Kadis Kominfo Ampera Salim.
"Kita bakal mengemas iven ini dengan sebaik baik mungkin dan semeriahkan mungkin, agar membangkitkan kembali gairah Pacu Kuda di Kota Padang Panjang, "ujarnya.
Menyangkut keamanan, pihak pemko dan penyelenggara akan mengupayakan sebaik mungkin dengan berkordinasi dengan TNI - Polri, dalam menciptakan suasana aman dan nyaman bagi peserta dan masyarakat pengunjung.
Dikatakan Fadly yang juga Ketua Pengcab PORDASI Padang Panjang ini menyebutkan, Open Race Pacu Kuda bukan sekedar pacu kuda semata, namun Alek Nagari yang diawali dengan tradisi Mamancang Galanggang yang melibatkan unsur Ninik Mamak Kenagarian.
Sementara Pengurus PORDASI H.Erwan Yunus dan Arivandi, menyebutkan, open race diikuti sebanyak 60 ekor kuda dari 11 daerah 3 daerah diantaranya dari luar provinsi Sumatera Barat ikut ambil bagian, yaitu Jatim, Aceh dan Sumut telah mendaftarkan kuda-kuda terbaiknya.
Editor :






