Putus Rantai Covid-19, 3.100 Guru Solok Selatan Sudah Lakukan Tes Swab

KESEHATAN-157 hit

PADANG ARO - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat Novirman mengatakan sebanyak 1.130 guru sudah melaksanakan tes usap atau swab tes guna memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Hari pertama tes swab ada 400 guru yang datang ke Puskesmas dan hari ini sebanyak 730 orang dan hasilnya akan keluar dua hari setelah tes," katanya, di Padang Aro, Rabu(14/10/2020)

Tes swab bagi guru sesuai dengan instruksi Bupati Solok Selatan dan dijadwalkan selama tiga hari yaitu sejak Selasa (13/10) hingga Kamis (15/10).

Total guru yang akam tes swab yaitu sebanyak 3.100 orang yang sudah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer mulai tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Solok Selatan.

Guru sebagai tenaga pendidik mempunyai peran penting untuk mengedukasi masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah tes swab bagi guru selesai akan dilanjutkan ke seluruh ASN, tenaga kontrak, guru mengaji, jajaran kecamatan, perangkat walinagari, pemilik dan pelayan rumah makan, penjual kuliner, TNI, Polri, BUMN, BUMD, dan orang-orang yang berpotensi terpapar lainnya.

Sedangkan guru dari jajaran Kemenag hingga kini belum ada surat resminya. Jadi yang dilakukan baru dilingkungan Dinas Pendidik, "tambah Novirman.

Menurut dia, dengan semakin banyaknya yang dites swab maka akan semakin mudah mengendalikan penyebaran COVID-19 di Solok Selatan.

Data pantauan COVID-19 Solok Selatan pada Rabu 14/10 yaitu pasien sembuh bertambah satu orang yaitu EAS (45) warga Pakan Rabaa dan pasien Positif tidak ada penambahan.

Kasus positif COVID-19 Solok Selatan masih 49 orang dengan yang sembuh 28 orang dan dalam perawatan atau isolasi 21 orang.

Sedangkan spesimen yang telah diperiksa di Solok Selatan sebanyak 3.959 orang dengan Positivity rate 1,23 persen.

Sebelumnya Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Solok Selatan Novrizon mengatakan pihaknya terus memberikan pemahaman kepada guru betapa pentingnya tes swab guna memutus mata rantai penularan COVID-19.

Selain itu seluruh pegawai di Dinas Pendidikan juga akan melakukan tes usap sekaligus mengawasi tes swab bagi para guru.

"Jadi bukan hanya guru yang dites tapi seluruh pegawai Dinas Pendidikan sekitat 80 orang," ujarnya. AA

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru