PADANG - Syafri salah seorang korban kerusuhan di Wamena, Papua akan membuka usaha kembali di kampung halamannya di Bayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) jika ada modal.
Pria berusia 62 tahun ini, berharap ada modal bantuan sehingga bisa merintis usaha dari awal kembali. Saat ini ia sudah tidak memiliki modal lagi, karena seluruh harta bendanya habis terbakar saat kerusuhan terjadi pada Senin 23 September 2019 lalu.
Ia memilih pulang kampung untuk membuka usaha dagang, karena tidak sanggup lagi untuk kembali ke Wamena. Selama 12 tahun usahanya ia rintis, dalam waktu sekejap habis. Kios beserta isinya di Pasar Yoma, Wamena Papua, habis terbakar. Kerugian yang dialaminya mencapai Rp 350 juta.
Mengingat kejadian dengan menyaksikansendiri saat kerusuhan terjadi di pagi hari itu, ia mengaku trauma.
"Saya tak kuat lagi untuk kembali ke Wamena," kata Syafri saat baru mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (09/10/2019) malam.
Ia bisa selamat saat kerusuhan terjadi karena ditolong anggota TNI. Saat kejadian ia bersembunyi di dalam rumah dalam keadaan terkepung. Mau menyelematkan diri ke bagian belakang rumah tidak bisa, karena dinding belakang rumah tinggi dan pakai pengaman kawat berduri.
"Beruntung ada anggota TNI yang datang menolong, sehingga bisa selamat," kenang Syafri.
(MST) Editor :






