PADAG PANJANG - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si mengunjungi Perguruan Thawalib Padang Panjang,Jumat, Bakda Ashar, (6/9). Di sekolah tempat Buya Hamka pernah menempuh pendidikan itu, Dr. Haedar Nashir, M.Si datang dalam rangka bersilaturahmi dan memberikan kuliah umum.
Kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si selain disambut oleh pembinaan dan pengurus Thawalib Padang Panjang, juga disambut oleh Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran,BBA Dt. Paduko Malano.
Dalam Kuliah Umumnya, Dr. Haedar Nashir, M.Si menyampaikan beberapa hal yang harus dipersiapkan jika ingin menjadi orang yang maju serta bermanfaat di dunia dan akhirat.
Antara lain : kekuatan Iman, pribadi yang berkarakter, Selalu belajar mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memiliki kekuatan strategi. "Jadikan Iman sebagai kekuatan utama untuk kita punya inspirasi maju atas nama Allah," ungkapnya
Sebelumnya, Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, BBA Dt. Paduko Malano menyampaikan, keberadaan berbagai perguruan Islam seperti Perguruan Thawalib di Kota Padang Panjang merupakan jati diri dari Kota yang dijuluki Kota Serambi Mekah itu.
" Kota Padang Panjang nanti akan mempunyai MAPK, program kementerian Keagamaan. MAPK pertama yang terpisah dari MAN," ungkap Wako Fadly.
Dewan Pembina Thawalib Padang Panjang H. Guspardi Gaus menyampaikan sejarah ringkas tentang Thawalib Padang Panjang.
Dia mengatakan Thawalib merupakan Perguruan Islam modern pertama di Indonesia. Ayah Buya Hamka menjadi Guru dan Buya Hamka pun menempuh pendidikan di sekolah itu. Buya Hamka kemudian juga menjadi Ketua PP. Muhammadiyah.
" Artinya, Antara Muhammadiyah dan Thawalib memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat karena sejumlah petinggi Muhammadiyah belajar di sekolah itu," ungkapnya
Editor :






