IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Ketua Umum PP Muhammadiyah Berikan Kuliah Umum di Perguruan Thawalib Padang Panjang

Wako Fadly ketika berikan cinderamata pada Ketum PP Muhammdiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. Humas
Wako Fadly ketika berikan cinderamata pada Ketum PP Muhammdiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. Humas
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADAG PANJANG - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si mengunjungi Perguruan Thawalib Padang Panjang,Jumat, Bakda Ashar, (6/9). Di sekolah tempat Buya Hamka pernah menempuh pendidikan itu, Dr. Haedar Nashir, M.Si datang dalam rangka bersilaturahmi dan memberikan kuliah umum.

Kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si selain disambut oleh pembinaan dan pengurus Thawalib Padang Panjang, juga disambut oleh Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran,BBA Dt. Paduko Malano.

Dalam Kuliah Umumnya, Dr. Haedar Nashir, M.Si menyampaikan beberapa hal yang harus dipersiapkan jika ingin menjadi orang yang maju serta bermanfaat di dunia dan akhirat.

Antara lain : kekuatan Iman, pribadi yang berkarakter, Selalu belajar mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memiliki kekuatan strategi. "Jadikan Iman sebagai kekuatan utama untuk kita punya inspirasi maju atas nama Allah," ungkapnya

Sebelumnya, Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, BBA Dt. Paduko Malano menyampaikan, keberadaan berbagai perguruan Islam seperti Perguruan Thawalib di Kota Padang Panjang merupakan jati diri dari Kota yang dijuluki Kota Serambi Mekah itu.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kota Padang Panjang, Kata Wako Fadly, juga akan mendirikan Madrasah Aliyah Program Khusus

" Kota Padang Panjang nanti akan mempunyai MAPK, program kementerian Keagamaan. MAPK pertama yang terpisah dari MAN," ungkap Wako Fadly.

Dewan Pembina Thawalib Padang Panjang H. Guspardi Gaus menyampaikan sejarah ringkas tentang Thawalib Padang Panjang.

Dia mengatakan Thawalib merupakan Perguruan Islam modern pertama di Indonesia. Ayah Buya Hamka menjadi Guru dan Buya Hamka pun menempuh pendidikan di sekolah itu. Buya Hamka kemudian juga menjadi Ketua PP. Muhammadiyah.

" Artinya, Antara Muhammadiyah dan Thawalib memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat karena sejumlah petinggi Muhammadiyah belajar di sekolah itu," ungkapnya

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH