Berdasarkan pemaparan dalam kegiatan tersebut, panjang jalan utama (main road) yang berada di wilayah Padang Panjang diperkirakan mencapai 4,8 kilometer, dengan panjang jalan akses sekitar 1,5 kilometer. Sementara itu, bidang tanah yang terdata dalam rencana pembangunan di wilayah Padang Panjang mencapai 352 bidang, dengan luas keseluruhan sekitar 56,84 hektare.
Koentjoro berharap rencana pembangunan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah, masyarakat, tokoh adat, dan seluruh pemangku kepentingan agar tahapan persiapan dapat berjalan dengan baik.
Sosialisasi dan dialog sejak tahap awal dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai rencana trase, kebutuhan lahan, potensi dampak pembangunan, serta langkah-langkah penanganan yang disiapkan.
Keterlibatan niniak mamak, bundo kanduang, tokoh adat, dan tokoh masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses komunikasi, mengingat pembangunan infrastruktur berkaitan erat dengan tanah, kehidupan sosial, dan keberlanjutan ekonomi warga.
Dengan persiapan yang matang, keberadaan jalan tol diharapkan tidak hanya memperlancar transportasi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi Padang Panjang.
Pemerintah Kota berharap rencana pembangunan tersebut dapat berjalan melalui koordinasi yang kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, penyelenggara pembangunan, dan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi diharapkan berjalan beriringan dengan perlindungan lahan pertanian, keberlanjutan irigasi, kelestarian lingkungan, serta hak-hak masyarakat yang terdampak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya Sugeng Rochadi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lurah terkait, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, tokoh adat Kanagarian Gunuang serta pihak terkait lainnya. (rifki/lex)
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Marjeni Rokcalva





