Tol Bukittinggi--Sicincin Diharapkan Jadi Pengungkit Ekonomi Padang Panjang

Suasana kegiatan Pre-Sosialisasi dan Dialog Jalan Tol Bukittinggi--Sicincin di Gedung M. Sjafei, Rabu (28/10/2026). Foto: Kominfo Padang Panjang
Suasana kegiatan Pre-Sosialisasi dan Dialog Jalan Tol Bukittinggi--Sicincin di Gedung M. Sjafei, Rabu (28/10/2026). Foto: Kominfo Padang Panjang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Sementara itu Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade menegaskan, pembangunan lanjutan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat di Sumatera Barat.

Menurutnya, kondisi sejumlah jalur penghubung yang rawan longsor dan kemacetan, termasuk jalur kawasan Singgalang Kariang yang disampaikannya dalam dialog, menunjukkan perlunya alternatif infrastruktur yang dapat mendukung perjalanan lebih aman dan efisien.

“Jalan tol ini merupakan kebutuhan. Kita membutuhkan terobosan untuk pembangunan infrastruktur di Sumbar agar mobilitas masyarakat semakin baik dan konektivitas antardaerah semakin lancar,” ungkap Andre.

Ia menilai, kelanjutan ruas tol dari Sicincin menuju Bukittinggi yang direncanakan melintasi Padang Panjang memiliki nilai strategis, tidak hanya untuk sektor transportasi, tetapi juga bagi pengembangan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Meski demikian, Andre mengingatkan agar aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat menjadi bagian penting dalam perencanaan. Kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dampak terhadap lahan pertanian, keberlanjutan irigasi sawah, serta kebutuhan akses penghubung masyarakat perlu dikaji secara menyeluruh.

“Semua harus dikaji dengan baik, termasuk dampak terhadap pertanian, irigasi sawah yang terdampak, dan kebutuhan akses penghubung masyarakat. Kita ingin pembangunan berjalan, tetapi kepentingan masyarakat juga harus tetap terlindungi,” ujarnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Andre juga menyatakan komitmennya untuk mengawal proses pembangunan dan mendorong penyelesaian berbagai persoalan melalui koordinasi dengan pihak terkait. “Kami akan mengawal dan tidak akan lepas tangan. Kita ingin pembangunan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumbar,” tegasnya.

Selain pembangunan jalan tol, Andre menyampaikan rencana pengembangan konektivitas transportasi lainnya di Sumbar. Ia menyebutkan, pembangunan tol ditargetkan berlanjut pada awal 2027, sedangkan reaktivasi jalur kereta api dari Kayu Tanam menuju Padang Panjang direncanakan pada pertengahan 2027.

Menurutnya, pengembangan jalan tol dan jalur kereta api diharapkan dapat saling melengkapi, memberikan lebih banyak pilihan transportasi, serta memperkuat konektivitas kawasan di Sumatera Barat.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro mengungkapkan, rencana pembangunan lanjutan Jalan Tol Padang–Pekanbaru ruas Bukittinggi–Sicincin akan melintasi wilayah Padang Panjang dan dilengkapi akses keluar tol.

Penulis / Wartawan:
Editor: Marjeni Rokcalva

Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Berita Minang dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Marjeni Rokcalva sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH