Pemko Tak Ingin Persoalan Zidan Berhenti pada Saling Menyalahkan. Pemerintah Kota Bukittinggi berharap persoalan Zidan tidak berkembang menjadi saling menyalahkan antarinstansi,yang dibutuhkan, menurut Wako adalah langkah bersama yang melibatkan pengelola TMSBK, dokter hewan, pawang berkompetensi serta BKSDA sebagai otoritas konservasi.
Pemko juga berharap koordinasi tersebut dapat menghasilkan solusi terbaik bagi Zidan tanpa mengabaikan keselamatan manusia. Sebab, di balik polemik ini terdapat dua kepentingan yang sama-sama penting yaitu kesejahteraan Zidan dan keselamatan manusia.
Enam surat telah dilayangkan kepada BKSDA sebagai bentuk pelaporan dan koordinasi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofie Hendria menjelaskan bahwa Zidan telah menghuni TMSBK sejak 2001. Perilakunya relatif normal, namun sejak 2022, terjadi perubahan perilaku yang cukup signifikan, Zidan mulai agresif, sampai melukai pawangnya, serta melukai gajah betina yang bernama Lia. Bahkan pawangnya sampai patang tulangnya, sehingga pawang tersebut mengundurkan diri, tidak sanggup lagi.
Editor : Medio Agusta






