Keterlaluan, BKSDA Sumbar Kurang Peduli Dengan Penderitaan Gajah Zidan di TMSBK Bukittinggi

Wako Ramlan Nurmatias memberikan keterangan Pers tentang polemik Gajah Zidan yang di rantai di TMSBK Bukittinggi, Di Aula Balaikota, Senin, (14/09)
Wako Ramlan Nurmatias memberikan keterangan Pers tentang polemik Gajah Zidan yang di rantai di TMSBK Bukittinggi, Di Aula Balaikota, Senin, (14/09)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Publik hanya melihat Gajah Zidan dirantai, sementara Pemko melihat batas kewenangan. Jadi persoalan Zidan ada dua perspektif yang berbeda.

Publik melihat kondisi gajah Zidan yang telah lama dirantai dan tentu mempertanyakan aspek kesejahteraannya. Sementara pemerintah daerah menghadapi persoalan lain, bagaimana mengambil tindakan terhadap satwa dilindungi tanpa melampaui kewenangan yang telah ditetapkan.

Di sinilah kita menilai pentingnya melihat persoalan secara utuh.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Pemko tidak ingin mengambil keputusan sepihak yang dapat menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi keselamatan maupun aspek hukum dan konservasi.

Dengan kondisi Zidan yang mengalami perubahan perilaku sejak 2022 dan pernah melukai pawang, pengamanan juga memiliki alasan keselamatan yang tidak dapat diabaikan.

Penulis / Wartawan:
Editor: Medio Agusta

Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Yusrizal dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Medio Agusta sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH