“Meski teknologi dan kebutuhan pengguna terus berkembang, misi inti kami tidak berubah: mengorganisasi informasi dunia dan menjadikannya mudah diakses serta bermanfaat bagi semua orang. Kami tetap berkomitmen untuk berkolaborasi dengan ekosistem berita, termasuk media lokal, seiring kami beradaptasi dan berinovasi dalam produk-produk kami,” ujar Adeel Farhan.
Ia menambahkan bahwa Google dan penerbit berita memiliki sasaran yang sama, yaitu membantu masyarakat menemukan dan mengakses konten berkualitas di web, sehingga kolaborasi seperti diskusi di Pekanbaru, Makassar, dan Surabaya menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut di tingkat komunitas.
“Google dan penerbit memiliki misi yang sama, yaitu membantu orang menemukan dan mengakses konten di web. Diskusi bersama Local Media Community ini adalah salah satu cara kami memastikan komitmen itu benar-benar dirasakan langsung oleh rekan-rekan media di daerah, bukan hanya di kota-kota besar,” tambah Adeel Farhan.
“Media lokal memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberagaman informasi dan menghadirkan konten yang relevan bagi masyarakat di daerah masing-masing. Melalui diskusi ini, kami ingin mendengar langsung tantangan yang dihadapi teman-teman media lokal, sekaligus berbagi pengetahuan tentang bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjadi alat untuk memperkuat keberlanjutan bisnis mereka, bukan menggantikan peran jurnalisme yang mereka jalankan,” ujar Yos.
Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, yang juga adalah salah satu inisiator Local Media Community, pun mengungkapkan hal serupa mengenai teknologi AI. Turut hadir di tiga kota memaparkan materi mengenai perkembangan lanskap ekosistem media saat ini, Suwarjono menekankan bahwa media maupun jurnalis yang tidak beradaptasi dengan AI atau bahkan menganggapnya sebagai ancaman atau "musuh", justru akan ketinggalan serta berpotensi bisa kalah dan jatuh.
Editor : Marjeni Rokcalva






