Bagi Hendri Arnis, penghargaan dari pemerintah pusat ini bukanlah titik akhir dari sebuah perjuangan. Sebaliknya, prestasi ini harus dijadikan sebagai pecut dan energi baru bagi seluruh aparatur pemerintah daerah untuk mempertahankan serta menaikkan standar pelayanan publik.
Di bawah kepemimpinannya, peningkatan kualitas layanan dasar memang menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah. Sektor kesehatan ditempatkan pada posisi strategis karena dampaknya berbanding lurus dengan kesejahteraan, derajat hidup, dan produktivitas ekonomi warga.
Pemko Padang Panjang pun berkomitmen untuk tidak cepat berpuas diri atas penghargaan yang diraih. Berbagai langkah penguatan akan terus dipacu, mulai dari pembenahan sarana dan prasarana medis, pengembangan kapasitas SDM tenaga kesehatan, hingga perluasan cakupan program inovasi.
“Harapan kita, masyarakat Padang Panjang semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, cepat, dan merata,” lanjut Hendri Arnis menekankan fokus utama pembangunan kota ke depan.
Wali Kota juga mengingatkan jajarannya bahwa ukuran sukses sebuah pemerintahan tidak dihitung dari seberapa banyak program yang diluncurkan di atas kertas. Parameter sejati terletak pada seberapa besar manfaat konkret dari program tersebut yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga.
Oleh karena itu, insentif sebesar Rp1,5 miliar yang didapatkan dari Kemendagri dipastikan akan dikelola secara akuntabel demi menyokong program penyehatan masyarakat. Alokasi dana ini diharapkan dapat mengakselerasi pembenahan faskes dan penyediaan alat medis modern di Kota Padang Panjang.
Keberhasilan Padang Panjang dalam ajang ini juga menempatkannya bersanding dengan beberapa daerah berprestasi lainnya. Untuk kategori kota, apresiasi serupa turut diraih oleh Kota Pariaman dan Kota Pangkal Pinang, sementara kategori kabupaten diraih oleh Kabupaten Bangka Barat, Belitung, dan Bintan.
Bagi seluruh jajaran jajaran tenaga medis serta dinas terkait di Padang Panjang, apresiasi Kemendagri ini memicu semangat baru. Mereka berkomitmen untuk menjaga keandalan sistem perujukan, mempercepat waktu tanggap layanan darurat, dan mengoptimalkan fungsi puskesmas pembantu.
Integrasi antara pelayanan medis komprehensif dan pendekatan promotif-preventif terus diperkuat. Pendekatan ini terbukti ampuh dalam menekan angka kesakitan serta meningkatkan angka harapan hidup masyarakat di kota berhawa dingin tersebut.
Editor : Armed






