Ia mengatakan rute dan kapasitas layanan perlu disusun secara terukur agar tidak terjadi tumpang tindih dengan angkutan lokal, termasuk dengan rencana trayek kendaraan listrik di Payakumbuh.
"Integrasi trayek Trans Paliko dengan rencana trayek kendaraan listrik perlu dibahas lebih lanjut agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya.
Rajman juga mengatakan perhitungan kapasitas angkut harus dilakukan secara cermat karena jumlah penumpang dan kebutuhan armada akan menentukan efisiensi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) serta kebutuhan subsidi.
"Seluruh pihak sepakat dan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan BRT Trans Paliko," kata Adib.
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor: Medio Agusta





