Lebih lanjut Sekda kota. Bukittinggi mengatakan, Ada permasalahan dan tantangan untuk penanganan ATM, stigma dan diskriminasi, kesenjangan akses pengobatan, kepatuhan pengobatan serta pencegahan kasus baru. Selain itu, Juga terdapat tantangan terhadap adanya kasus impor.
“Untuk itu, kita butuh solusi dan susun strategi. Diantaranya, penguatan sistem kesehatan, surveilens dan pelaporan terintegrasi, serta mobilisasi sosial dan komunitas. Secara awal, kita akan upayakan terus air bersih untuk masyarakat, kita juga himbau warga untuk terapkan pola hidup bersih dan sehat, upayakan drainase yang lancar, penyedotan septic tank secara berkala. Kita juga butuh penguatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Kita upayakan dan targetkan tidak satupun kasus malaria di Bukittinggi,” tegas Sekda.
Selain itu, Pemko juga butuh peran dan bantuan dari mitra kerja, seperti BazNas, Perbankan dan juga perhotelan, BUMN serta BUMD. Melalui dana serta program bantuan sosial, diharapkan dapat membantu memperbaiki rumah warga serta lingkungan yang tidak layak dan tidak sehat, termasuk membantu warga yang terdampak, pungkasnya.
“Kami dari PKK mendukung penuh upaya penanganan AIDS TB dan malaria. Melalui 10 program pokok PKK. Akan ditingkatkan sosialisasinya kepada masyarakat, khususnya pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat,” jelasnya.
Editor : Medio Agusta






