"Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi yang terus memberikan perhatian kepada para guru keagamaan melalui pemberian insentif dan perlindungan jaminan sosial. Semoga dukungan ini semakin memotivasi para guru untuk terus mencetak generasi yang mencintai Al-Qur'an, berakhlak mulia, serta mampu menjadi benteng dari berbagai pengaruh negatif di tengah masyarakat," ungkapnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Bukittinggi, Syukri Naldi, dalam laporannya menjelaskan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemko Bukittinggi anggarkan Rp7.782.000. 000 untuk insentif guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta, serta garin masjid dan mushalla. Anggaran tersebut terdiri dari Rp6.792.000.000 untuk guru dan Rp990.000.000 untuk garin.
Penulis / Wartawan: Yusrizal
Editor: Medio Agusta





