Ia menilai, nilai-nilai tersebut tidak akan tetap hidup tanpa peran aktif para ulama dalam membimbing dan memberikan keteladanan kepada masyarakat.
“Kalau tidak ada bimbingan ulama, tentu falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah tidak akan membumi sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang,” katanya.
Mahyeldi mengungkapkan, besarnya perhatian masyarakat Minangkabau terhadap identitas budaya juga dirasakan hingga kalangan perantau di luar negeri. Ia mencontohkan adanya masukan dari perantau Minang di Amerika Serikat yang mengingatkan pentingnya menjaga keaslian nilai-nilai budaya dan syariat dalam kehidupan masyarakat.
Karena itu, Mahyeldi menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga nilai-nilai tersebut. Mengutip Surah At-Taubah ayat 122, ia mengatakan ulama memiliki tanggung jawab untuk memperdalam ilmu agama sekaligus membimbing masyarakat agar tetap berada di jalan yang benar.
Editor : Marjeni Rokcalva






