PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan ulama memiliki peran strategis dalam menjaga falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai jati diri masyarakat Minangkabau. Karena itu, ia mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam membimbing umat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan keislaman di Sumbar.
Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernur Sumbar, Sabtu (11/7/2026). Musda yang mengusung tema “Meneguhkan Khidmat Ulama untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Umat” itu berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026.
Mahyeldi mengapresiasi kehadiran para ulama dan pimpinan organisasi Islam dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Ia berharap Musda menghasilkan keputusan yang semakin memperkuat peran MUI dalam membina kehidupan keagamaan dan mendukung pembangunan daerah.
Menurut Mahyeldi, keberadaan MUI memiliki posisi yang sangat penting karena sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumbar yang menegaskan falsafah ABS-SBK dan adat salingka nagari sebagai kearifan lokal yang menjadi landasan kehidupan masyarakat.
Editor : Marjeni Rokcalva






