Selain menikmati wisata pantai, masyarakat juga dapat menyaksikan Festival Tabuik, tradisi budaya yang telah dikenal secara nasional dan menjadi daya tarik utama Kota Pariaman. Festival ini diselenggarakan setiap tahun pada 1–10 Muharram sebagai bentuk peringatan Asyura.
Tabuik berasal dari kata Arab tabut yang berarti peti. Dalam pelaksanaannya, Tabuik diwujudkan dalam bentuk replika menara berhias megah yang diarak melalui prosesi budaya yang diiringi tabuhan tasa, pertunjukan silek (silat tradisional), tarian, hingga prosesi puncak berupa pembuangan Tabuik ke laut. Tradisi yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut setiap tahunnya mampu menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
*Tiket KA Pariaman Ekspres Masih Tersedia Menjelang Puncak Festival Tabuik*
Berdasarkan data sementara per 23 Juni 2026 pukul 12.00 WIB, sebanyak 3.825 tiket telah terjual, atau setara dengan tingkat okupansi 45 persen, sehingga masih tersedia 4.655 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Editor : Marjeni Rokcalva






