Larva dari pengolahan sampah organik dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ayam yang lebih murah, namun tetap memiliki kandungan gizi tinggi.
Menurut Eni, persoalan utama peternak skala kecil selama ini terletak pada biaya pakan yang mencapai 60 hingga 70 persen dari total operasional. Kenaikan harga pakan konvensional semakin memperberat kondisi tersebut.
“Di sinilah peluangnya. Sampah organik rumah tangga bisa kita olah menjadi pakan alternatif yang lebih ekonomis,” katanya.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Ia menjelaskan, dengan ketersediaan pakan mandiri, keluarga didorong untuk mulai beternak ayam secara sederhana namun terkelola baik, baik untuk produksi telur maupun daging. Dari sinilah rantai ekonomi baru terbentuk.“Dari satu kegiatan, bisa lahir banyak manfaat. Lingkungan bersih, ekonomi bergerak, dan masyarakat lebih mandiri,” ujarnya.
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor: Medio Agusta
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Medio Agusta dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Medio Agusta sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





