PAYAKUMBUH — “Sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tapi peluang. Kalau dikelola dengan baik, ia bisa melahirkan nilai ekonomi.”
Kalimat itu terlontar lugas dari ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta saat memulai perbincangan di kediamannya, Selasa (21/04/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.
Di momen yang identik dengan refleksi perjuangan perempuan Indonesia, Eni memilih menghadirkan tafsir berbeda. Bukan sekadar wacana emansipasi, melainkan langkah kongkrit yang menyentuh ekonomi keluarga.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Di Payakumbuh, gagasan tentang pemberdayaan perempuan kini tumbuh dari hal yang kerap dianggap sepele: sampah.Di tangan perempuan-perempuan kreatif, limbah yang sebelumnya menjadi beban berubah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.
Editor : Medio Agusta






