IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Dana Transfer Turun 18 Persen, APBD Padang Panjang Hadapi Tantangan Baru

Balaikota Padang Panjang. Foto:Kominfo Padang Panjang
Balaikota Padang Panjang. Foto:Kominfo Padang Panjang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemko Padang Panjang tetap berupaya menjaga porsi belanja publik, khususnya untuk sektor pendidikan, kesehatan, serta pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Zia Ul Fikri menambahkan, sektor pendidikan masih mendapatkan porsi terbesar dalam APBD, disusul sektor kesehatan. Sementara itu, alokasi belanja untuk infrastruktur publik pada 2026 mencapai Rp180,4 miliar atau 34,71 persen dari total belanja daerah.

Upaya efisiensi belanja pegawai juga telah dimulai sejak Tahun Anggaran 2025, ditandai dengan penurunan alokasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) berdasarkan beban kerja dan dilanjutkan pada 2026. Meski demikian, untuk mencapai target belanja pegawai 30 persen sebagaimana diamanatkan undang-undang, Padang Panjang masih memerlukan penyesuaian bertahap.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Total Rp54,8 miliar merupakan alokasi belanja TPP Berdasarkan Beban Kerja dalam APBD yang telah disepakati bersama Pemerintah Daerah dengan DPRD dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Persentase TPP yang dibayarkan setiap bulan dapat bersifat dinamis mengikuti kondisi kas daerah,” tuturnya.

Dengan kondisi keuangan yang lebih ketat pada 2026, Pemerintah Kota diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pembangunan dan stabilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi nasional. (lex)

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777