Rida menyampaikan sejumlah persoalan di Kecamatan Payakumbuh Timur, seperti 740 KK pada desil 1, 54 balita stunting, 801 keluarga berisiko stunting, 12 KK belum memiliki akses air minum layak, serta 53 KK belum memiliki jamban sehat.
“Data ini harus segera diintervensi oleh perangkat daerah teknis sesuai kewenangan,” ujarnya.
Ia menyebut Musrenbang terintegrasi dengan rembug stunting, sementara prevalensi stunting Kota Payakumbuh pada 2024 masih berada pada angka 16,4 persen.
“Kami mengajak masyarakat memilah sampah, mengolah kompos, dan membangun budaya hidup minim sampah,” kata Rida.
Editor : Medio Agusta






